Pemerintah Desa Purba Baringin bersama Dinas PMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan, Camat Pakkat, Kepala UPT. Puskesmas Pakkat, Bidan Desa Purba Baringin, BPD, LPM, LAD, Tokoh Agama/Masyarakat/Pendidikan, Kader Posyandu, Orangtua Anak Stunting, Keluarga Beresiko Stunting dan Stakeholder lainnya terkait Desa melaksanakan Rembuk Stunting dengan Agenda Kegiatan Pencegahan & Penanganan Konvergensi Stunting Di Desa Purba Baringin di Kantor Kepala Desa Purba Baringin, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan. Selasa, 14 Agustus 2024.






Menjadi salah satu Program Prioritas Pemerintah Pusat, baik Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Korvengensi Stunting merupakan Hambatan pertumbuhan, bantutan pertumbuhan, atau tengkes adalah keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utama penyakit tengkes adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Pemberhentian pertumbuhan meliputi pertumbuhan tubuh dan otak. Untuk mendukung Program Indonesia Emas, Pemerintah secara gencar melakukan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting, dengan memprioritaskan Dana Desa Tahun 2022-2024.
Turut hadir Kepala Dinas PMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan yang diwakilkan oleh Ibu Maria Simamora, Camat Pakkat yang diwakilkan oleh Bapak Heppi Dulen Sihite, Kepala UPT. Puskesmas Pakkat Ibu Natria Debataraja dan Para Undangan yang hadir dalam Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Purba Baringin, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan. Di Desa Purba Baringin, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan sendiri terdapat 4 (empat) Anak yang stunting dan 5 (lima) Keluarga Beresiko Stunting. Untuk pencegahan lebih Dini dan melakukan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting, Pemerintah Desa Purba Baringin melaksanakan Rembuk Stunting dengan Agenda Kegiatan Pencegahan & Penanganan Konvergensi Stunting Di Desa Purba Baringin dalam Penyusunan RKPDesa Purba Baringin Tahun 2025.



Musyawarah Rembuk Stunting secara dalam membahas bagaimana Pencegahan dan Penanganan dalam menurunkan tingkat Stunting terkhusus di Desa Purba Baringin. “Orangtua adalah kunci penurunan stunting, terkadang kesadaran Orangtua dalam Pola Asuh yang salah menyebabkan Pertumbuhan Anak menjadi lebih lambat dan berbeda dengan Anak seumurannya. Pola Asuh, Pola Makan dan Sanitasi yang bersih dan sehat sudah cukup untuk menekan angka Stunting. UPT. Puskesmas Pakkat telah melakukan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ibu Hamil dan Anak Stunting di Desa Purba Baringin. Namun, kurangnya kreasi Orangtua dalam memvariasikan Makanan Tambahan yang diberikan, sehingga Anak menjadi susah untuk Makan” Jelas Kepala UPT. Puskesmas Pakkat, Ibu Natria Debataraja.
“Mari bersama-sama kita mencegah dan menurunkan Angka Stunting di Desa Purba Baringin, terutama kita Orangtua harus memberikan Pola Asuh, Pola Makan & Sanitasi yang bersih dan sehat agar Anak kita tidak Stunting” tutup Kepala Desa Purba Baringin dan Musyawarah Rembuk Stunting ditutup Oleh Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Purba Baringin.
(Dok:ABP/TM/DHP-Pemdes)***



